Korban Serangan Senjata Kimia Suriah Berterima Kasih Kepada Trump, Ini Pernyataan Mereka. - Markibong

Breaking

Sabtu, 08 April 2017

Korban Serangan Senjata Kimia Suriah Berterima Kasih Kepada Trump, Ini Pernyataan Mereka.


Douma - Warga kota Khan Sheikhun, Suriah, yang selamat dari serangan senjata kimia masih berduka terkait kematian kerabatnya. Warga Khan Sheikhun menyambut baik serangan Amerika Serikat (AS) untuk menekan Damaskus.

Dilansir AFP, Jumat (7/4/2017), warga kota tersebut memuji tindakan Presiden AS Donald Trump yang mengirimkan rudal ke pengkalan udara Suriah.

"Tuhan memberkati Trump," ujar Abu Ali (40) beberapa jam setelah AS meluncurkan serangan rudal ke pangkalan udara Suriah.

"Insyaallah, serangan itu akan menjadi peringatan jelas ke (Presiden) Bashar al-Ashad, untuk mengatakan 'Bashar, sudah cukup pembunuhan dan ketidakadilan terhadap orang-orang ini'," sambung Ali.

Trump memerintahkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Suriah. Serangan itu merupakan serangan langsung militer AS melawan pemerintah Suriah sejak konflik yang berlangsung enam tahun lalu.

Serangan rudal itu merupakan serangan balasan terkait serangan kimia pada Khan Sheikhun pada Selasa (4/4) yang menewaskan total 86 orang, 30 di antaranya anak-anak dan sisanya menderita gejala kejang-kejang, muntah, atau mulut berbusa. 

Pada Jumat ini, kawasan yang terkena serangan itu dikosongkan. Sementara warga yang selamat pergi menuju bagian lain kota yang dikuasai pemberontak provinsi barat laut Idlib.

Masih ada warga yang kehilangan anggota keluarganya menerima ucapan duka cita di gedung pertemuan. Di tengah suasana haru itu warga menyambut baik serangan Amerika.

"Kami mempertimbangkan serangan itu bukan hanya reaksi tapi salah satu cara mencegah pertumpahan darah dari para martir yang tewas di Khan Sheikhun," kata seorang pedagang Haj Kassar. 

"Mereka di atas kami, meneror kita lagi," kata dia dan sebuah pesawat tempur berputar di angkasa membawa setidaknya satu serangan di luar kota.

Akhir dari penderitaan

"(Serangan) itu bahkan tidak mengantarkan sedikitpun keadilan untuk para martir," ujar tentara yang membelot, Abu Mohib.

"Tapi itu juga tidak mengangkat moral keluarga korban yang tewas dalam serangan itu," sambung dia.

Konflik Suriah dimulai pada Maret 2011 dengan protes anti-pemerintah. Kemudian konflik itu berputar dan menjadi perang saudara yang pahit dan kompleks. 

Sejak tahun lalu, pasukan oposisi telah mengalami serangkaian kekalahan, dan banyak di wilayah yang dikuasai pemberontak menyatakan harapan bahwa serangan AS bisa membalikkan keadaan.

"Kami berharap ini akan mengubah keseimbangan kekuasaan dan menangani pukulan yang menentukan untuk rezim Assad," kata Ali al-Khaled, warga daerah yang terkena dalam serangan kimia yang dicurigai.

"Kami berterima kasih kepada angkatan udara Amerika dan untuk respons Amerika terhadap pembantaian di Khan Sheikhun," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...