Breaking

[recent][ticker2]
Sabtu, 22 April 2017

Ini Alasan Fadli Zon Selalu Mengkritik Jokowi, Ternyata Ini Tujuannya


Pemerintah Indonesia ini terbilang berhasil ditangan dingin presiden Joko 
Widodo, pemerataan pembangunan, infrastruktur dan ekonomi begitu terasa bagi masyarakat Indonesia. Khususnya bagi saudara kita yang berada di papua, sebelum Jokowi memerintah menjadi Presiden, papua hanyalah daerah tertinggal yang di perbincangkan hangat  oleh orang-orang tentang harga barang-barang mahal ditempat tersebut, harga yang meroket bak menara eifel, membuat masyarakat papua jauh dari yang namanya kemakmuran.

Pilpres 2014 pertarungan antara Jokowi dan Prabowo berakhir dengan kemenangan dari pihak Jokowi, membuat sejarah baru kemakmuran, keadilan sosial dan pemerataan ekonomi, ditambah lagi dengan partner kerjanya Ahok yang hanya pikir kerja, kerja dan kerja membuat mereka cocok memimpin Indonesia layaknya pemeran film "White House Down" yang dibintangi Channg Tatum dan James Foxx.

Semenjak Jokowi memenangkan Kursi 1 RI, Prabowo mulai membentuk tim Oposisi Koalisi Merah Putih atau KMP bersama dengan parta-partai lainnya seperti Golkar dan PKS dll, malas sebut satu-satu. Tapi Seiring waktu KMP ini terpecah dan mulai tidak eksis lagi, dengan kepiawaian yang ia miliki, Jokowi mulai merangkul musuh-musuhnya yang berseberangan untuk masuk dalam pemerintahan dan mendukung pemerintah yang sah saat ini.

Bergabungnya Golkar dengan pemerintahan Joko Widodo menjadi pukulan telak bagi Koalisi Merah Putih (KMP). Meskipun, nama KMP sudah tak eksis lagi, pertemuan antara pimpinan partai pendukung KMP masih intensif dilakukan. Bahkan, dalam sebuah pertemuan di Markaz Dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), beberapa waktu lalu, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) masih sempat berujar KMP tetap bertahan sebagai koalisi yang akan menyeimbangkan pemerintahan Jokowi.

Kondisi berubah setelah Ical turun takhta dan Setya Novanto menjadi penerus. Novanto kembali menegaskan akan membawa Golkar menjadi pendukung Jokowi, dari pusat sampai daerah, dari kursi parlemen DPR, hingga DPRD tingkat I dan II. Kalau Ical masih ragu-ragu mengubah haluan Golkar dari KMP ke pendukung pemerintah, Novanto justru tegas menyatakan dukungannya pada pemerintahan Jokowi. Padahal, Ical adalah ketua harian KMP.

Praktis KMP hanya menyisakan dua partai, Gerindra dan PKS. Secara matematis, kekuatan oposisi semakin lemah di legislatif. Gerindra dan PKS harus menghadapi kekuatan pendukung pemerintahan Jokowi, seperti PDIP, Golkar, PAN, PPP, Nasdem, Hanura, dan PKB. Demokrat masih teguh dengan posisinya sebagai partai penyeimbang.

Gerindra yang ditinggal Golkar dari KMP menyatakan menghargai sikap yang diambil Golkar dengan pemimpin barunya. Menurut Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Gerindra tak akan terpengaruh pada sikap Golkar yang merapat ke pemerintah. Gerindra akan tetap pada posisinya sebagai partai oposisi, meskipun kekuatan KMP berkurang.

"Kami tetap meneguhkan kekuatan oposisi atas kontrol pemerintahan Jokowi," tegas Muzani di Jakarta.

Bagi Gerindra, apa pun yang terjadi dengan partai pendukung KMP, Gerindra tetap pada sikapnya untuk menjadi kekuatan yang akan terus mengontrol pemerintahan Jokowi. Bahkan, kata Muzani, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sudah menyadari sejak awal KMP bakal bernasib seperti ini. KMP dibentuk atas semangat untuk menjadi kontrol atas pemerintahan Jokowi-JK. Koalisi ini terbentuk dari embrio koalisi untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Hatta pada 2014 lalu.

Satu per satu, partai yang mendukung KMP mengubah haluannya. Mulai dari PPP yang sejak awal memang dirundung konflik dualisme. Partai Amanat Nasional (PAN) yang merapat ke Jokowi setelah tampuk kepemimpinan beralih ke Zulkifli Hasan. Lalu sekarang, Golkar yang bergabung dengan pemerintah setelah suksesi ketua umum melalui aklamasi untuk Setya Novanto.

PKS senasib dengan Gerindra, masih tetap pada pendiriannya sebagai oposisi loyal bagi pemerintahan Jokowi. Presiden PKS, Mohammad Sohibul Iman, menyatakan, baik di dalam pemerintahan maupun luar pemerintahan, PKS akan bersikap sama, yaitu loyal untuk kepentingan bangsa. PKS akan tetap memberikan kritik dan masukan pada pemerintahan Jokowi. Sohibul berulang kali menyebut, kritik PKS pada pemerintah harus dianggap sebagai sebuah vitamin.

Jadi, pemerintah diminta untuk tidak takut mendapat kritik dari PKS maupun partai pendukung KMP lainnya. Bahkan, kata Sohibul, sangat tidak beralasan muncul ketakutan Presiden takut ada pemakzulan dari partai pendukung KMP. Sebab, sistem yang dianut Indonesia adalah sistem pemerintahan presidensial yang memiliki syarat berat. "Posisi kami adalah sebagai oposisi loyal," tegas Sohibul. (alasan aja)


Alasan Fadli Zon Selalu Kritik Jokowi

Fadli Zon Selalu Mengkritik Jokowi adalah karena Fadli Zon merupakan Waketum Partai Gerindra yang di dirikan oleh Prabowo Subianto. Mereka sudah mengikrarkan diri untuk selalu menjadi opisisi, jadi wajar jika sering menyerang Jokowi dengan kritikan-kritikan, tapi banyak ketidak wajaran dari kritikannya yang bersifat memfitnah Jokowi seperti pernyataannya tentang Jokowi Intervensi hukum sehingga "Ahok hanya dituntut 1 tahun penjara dan masa percobaan 2 tahun" Katanya. Fitnah murahannya menuai kontroversi dan kecaman dari masyarakat yang pro Jokowi.

Mereka menganggap pernyataan Fadli Zon tersebut tidak etis karena bersifat memfitnah dan menuduh Presiden dan tidak memiliki bukti yang kuat.

Padahal, Jelas terlihat Jokowi tidak melindungi Ahok, bukti dari kekalahan Ahok di pilkada membuat mata rakyat terbelalak kaget karena tuduhan segelintir semut yang menuduh Jokowi melindungi Ahok, tidaklah benar.

Sebenarnya alasan kuat Fadli sering mengkritik Jokowi adalah karena mereka berusaha menggiring opini publik yang pro mereka seperti FPI, Islam Garis Keras dan yang kontra dengan Jokowi dan memberi sinyal agar ada kicauan dari pihak lain untuk meng "iyakan" apa yang dikatakan Fadli Zon ini. (beri lampu hijau untuk adakan aksi demo, dengan tuntutan penjarakan Ahok padahal ingin menjatuhkan Jokowi).

Ketika pantikan bunga api yang ia percikan membakar otak para sumbu pendek dan bumi datar, ia mulai gencarkan serangan aksi melalui Habib Rizieq untuk menurunkan massa FPI, HTI, HMI dan FUI untuk demo Ahok, dengan kegaduhan yang terjadi, pasti akan menggangu ketertiban dan keamanan nasional sehingga konsentrasi Pemerintah terganggu oleh aksi mereka ini.


Terlihat jelas dari aksi 212 yang dikomandoi oleh Rizieq, ia berada di Mokom (mobil komando) bersama dengan sahabat karibnya Fahri Hamzah, ini membuktikan bahwa alasan Fadli Mengkritik Jokowi adalah INGIN MENJATUHKAN JOKOWI Sesuai Cita-cita Prabowo, "jika negara dalam keadaan darurat, maka kita akan mengambil alih pemerintah". Ujar Prabowo.

Sekian ulasan Tim Investigasi Markibong.

Salam waras 2017
Ini Alasan Fadli Zon Selalu Mengkritik Jokowi, Ternyata Ini Tujuannya Reviewed by DarkNet on Sabtu, April 22, 2017 Rating: 5 Pemerintah Indonesia ini terbilang berhasil ditangan dingin presiden Joko  Widodo, pemerataan pembangunan, infrastruktur dan ekonomi...

Label:

Reaksi:

loading...
[Politik][carousel1]

1 komentar:

  1. Bergabung deangan pemenang lain nya B-O-L-A-V-I-T-A S*A*B*U*N*G - A*Y*A*M D.8.C.3.6.3.C.A
    ajak juga teman bos bisa dapat bonus referall seumur hidup

    BalasHapus