Breaking

[recent][ticker2]
Kamis, 13 April 2017

Ibu Kota Pindah Ke Palangkaraya

Rencana pemindahan ibu kota tengah bergulir di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pun sedang mengkaji rencana tersebut.

Pemindahan ibu kota tak bisa dengan mudah dilakukan. Berbagai aspek perlu diperhatikan untuk bisa mewujudkan hal itu. Salah satunya ialah persoalan kondisi ekonomi dan investasi yang selama ini berpusat di Jakarta.



Lantas apakah pemindahan ibu kota bakal berdampak pada investasi dalam negeri?

"Tidak ada (dampak), jadi itu justru pemerintah berkonsentrasi ke pusat satu daerah, sebagai pusat pemerintahan. Tapi pusat bisnisnya tetap di Jakarta. Jadi tetap jalan investasi," ungkap Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Azhar mengatakan, telah banyak negara-negara yang melakukan pemindahan terhadap ibu kotanya. Dan pemindahan tersebut tidak mempengaruhi iklim investasi setiap negaranya.

"Banyak negara-negara melakukan itu. Coba kita lihat Malaysia dari Kuala Lumpur ke Putrajaya, itu kan pusat pemerintahannya yang dipindahkan. Kemudian dulu Australia dari Sidney pindah ke Canberra. Terus Myanmar juga, dari Rangoon ke Naypyidaw. Jadi sebetulnya sudah banyak yang melakukan itu, bukan hanya Indonesia saja," kata dia.

Hanya saja, kata Azhar, dibutuhkan persiapan yang matang serta kajian yang spesifik, terhadap rencana pemindahan ibu kota.

"Hanya memang, Presiden kan sedang minta (rencana) dikaji oleh Bappenas. Dari segi biaya, efisiensi dan lainnya. Karena itu juga memerlukan biaya yang besar," tuturnya.

Sumber: detikfinance
Ibu Kota Pindah Ke Palangkaraya Reviewed by DarkNet on Kamis, April 13, 2017 Rating: 5 Rencana pemindahan ibu kota tengah bergulir di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Kementerian Perencanaan Pembangunan...

Reaksi:

loading...
[Nasional][carousel1]

Tidak ada komentar: