Breaking

[recent][ticker2]
Senin, 17 April 2017

Bongkar Rencana Busuk Tim Anies-Sandi Menjelang Pencoblosan, Sebarkan!!!

Ok, Tim Investigator Markibong sudah tidak sabar untuk membongkar apa saja recana busuk mereka untuk memenangkan Anies-sandi dalam kontestasi pilkada DKI ini khususnya memenangkan mereka pada tanggal 19 April Mendatang.

Pertama, dari hasil penyelidikan tim kami, kami mendapatkan banyak sekali informasi dan bukti bahwa tim Anies-sandi jelas melenceng dari aturan main yang benar.

Mereka melakukan apa saja untuk bisa menang dan merebut kursi DKI 1 yang saat ini masih ditangan Ahok. Pertarungan yang tidak fair ini mengingatkan saya akan sebuah pertandingan tinju yang dimana salah satu peserta memasukan batangan besi dalam sarung tinjunya agar ia bisa melumpuhkan lawannya dengan sekali pukulan saja, tapi sayang apa yang dilakukan tim Anies-sandi justru membongkar siapa diri mereka sebenarnya.

Kami akan memulai dari perannya Tanoe dalam memenangkan Anies-sandi.



Peran Tanoe

1. Tanoe menggunakan medianya untuk membesarkan nama Anies-sandi dengan berbagai macam cara dari menyebarkan berita hoax sampai-sampai mainkan judul berlebihan seperti yang telah kita baca tentang "Rita Pendeta gadungan".

2. Tanoe memanfaatkan bendera partainya yakni Perindo untuk melakukan kegiatan yang seolah sosial kepada masyarakat padahal mereka sedang melancarkan aksi bagi-bagi sembako, "Sudah terima sembako, gak enak gak pilih Anies-Sandi, nanti kualat karena sembakokan dimakan" ( ini informasi dari informan yang berada dilapangan).

Strategi ini mereka gunakan agar pemilih merasa berhutang budi untuk memilih Anies-Sandi dalam pemilihan 19 april mendatang.



3. Bazar yang dilakukan merupakan sebuah tameng dan topeng mereka saja agar tidak terkesan sedang membagikan sembako.

Mereka hanya mengubah sedikit cara yakni dari uang menjadi sembako, tapi rencana pembagian uang menjelang pemilihan ini tetap mereka akan lakukan, ini jelas dibawah komando Tanoe yang memiliki banyak uang untuk memenangkan anies-sandi.

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/04/16/21021931/giliran.tim.ahok-djarot.laporkan.anies-sandi.atas.dugaan.politik.uang

Tanoe mengajak media yang tidak suka dengan Ahok seperti tempo.co untuk melakukan provokasi dan fitnah keji agar telihat yang membagikan sembako adalah tim Ahok padahal ini merupakan setingan mereka.

https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/04/16/348866584/tim-anies-sandi-ada-hujan-sembako-di-jakarta

Betapa hebatnya mereka melakukan kampanye hitam agar terkesan Ahok-Djarot adalah paslon bajingan padahal paslon nomor 3 yakni Anies-Sandi lah yang bajingan.

Peran Lulung

Seperti jarang terdengar namanya akhir-akhir ini, mengapa? Karena lulung ditugaskan untuk berfokus dalam menyusun strategi preman yakni orang-orang yang menjadi relawan seolah-olah adalah relawan Ahok-Djarot padahal mereka dibawah kendali Lulung ini.

Mereka menyebar hampir keseluruh wilayah jakarta, menggunakan baju kotak-kotak baju khas relawan Ahok-Djarot. Dengan cara ini mereka sudah menguasai lokasi jauh-jauh hari bahkan merekapun berhasil menyusup untuk menjadi relawan Ahok-Djarot untuk mempengaruhi masyarakat dan pendukung Ahok-Djarot.


Nah, fitnah keji ini dilakukan terstruktur, sistematis dan masif oleh tim pemenangan Anies-Sandi melalui Lulung. coba perhatikan semua ibu-ibu yang menggunakan baju kotak-kotak tersebut, terlihat mereka sedang melakukan akting yang begitu sempurna seolah mereka adalah pendukung Ahok padahal mereka adalah pendukung Anies-Sandi.

Saya akan memberikan sedikit pencerahan kepada anda sebelum kita jauh membahas siapa-siapa saja yang terlibat dalam aksi kampanye hitam ini.

Secara logika, Ahok-Djarot merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur (petahana) yang kita ketahui sangat benci dengan cara-cara kotor, jangankan korupsi, bagi-bagi sembako saja tidak mereka lakukan dengan cara-cara tak cantik yang didalam gambar tersebut. Jika Ahok-Djarot yang membagikan sembako tersebut apakah mereka tidak takut jika mereka akan ketahuan melakukan politik uang?.

Kemudian, ibu-ibu yang didalam gambar tersebut terlihat menggunakan baju kotak-kotak seolah-olah mereka adalah pendukung Ahok, jika Ahok-Djarot melakukan ini dengan membagikan sembako, saya yakin mereka akan melakukan dengan cara cantik agar tidak terlihat yakni "JANGAN PAKAI BAJU KOTAK-KOTAK".

Bisa saja mereka adalah pendukung Ahok-Djarot yang dibodohi, dibagikan baju kotak-kotak terlebih dahulu dan mengantre untuk mendapatkan sembako, jika tidak menggunakan baju kotak-kotak mereka tidak akan diberikan sembako. Ini dilakukan oleh penyusup seperti yang kami katakan diatas tadi.

Jika ini benar pendukung Ahok, betapa kejinya penyusup yang masuk dalam tim relawan Ahok yang memang tersusun rapi rencana mereka agar tidak kelihatan bahwa mereka yang memerankan permainan busuk ini.

Lulung si otak tapir ini dengan bangga ia membusungkan dadanya kepada Tanoe, Anies-Sandi dan prabowo bahwa ia pantas mendapatkan tempat terhormat nanti jika Anies-Sandi menang.

Peran Rizieq



Jangan pikir Rizieq selama ini diam-diam saja, tidak. Ia tidak sedang berdiam diri, tapi sedang mengatur strategi busuk juga untuk menjegal Ahok. Ia pikir dengan cara demo sudah tidak efektif lagi untuk menggulingkan Ahok, tapi ia akan menggunakan "Tamasya Al-Maidah 51" pada saat hari pencoblosan yakni mengerahkan massa dari luar daerah untuk mengawal TPS yang tujuannya untuk mempengaruhi pemilih agar memilih pemimpin muslim.

Disini ia sudah mengatur strategi yang begitu rapi seolah tidak tercium oleh intelijen negara, padahal ia menjadi bidikan utama. Saat ini ia mengerahkan pasukannya melalui Novel Bamukmin alias fitsa hats untuk mempersiapkan diri Tamasya Al-Maidah.

Sebenarnya jika Al-khataththath tidak ditahan, ada kemungkinan ia digunakan untuk menggerakan massa dan bentrok pada saat pilkada jika Ahok-Djarot menang, karena ia sudah mempersiapkan diri untuk menggulingkan Presiden dengan memimpin massa menduduki gedung DPR RI atas sepengetahuan Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Tapi kita bersyukur polisi telah menangkapnya terlebih dahulu sebelum ia melancarkan aksinya.

Masih ingat dengan skema ini yang telah kami publish beberapa minggu lalu?




Peran MUI Din Syamsudin

MUI mengeluarkan perintah kepada seluruh pengurus masjid untuk menyerukan kepada seluruh jemaah atau umat untuk memilih Anies-Sandi dan tidak tergoda dengan ajakn memilih Ahok-Djarot.

Image result for din syamsudin ahok

Ini juga merupakan cara-cara yang tak pantas dengan berkampanye dirumah ibadah melalui pengurus-pengurus masjid. Mereka dijanjikan jika Anies-Sandi terpilih mereka akan mendapatkan gaji lebih besar dari yang Ahok berikan kepada mereka, ini janji MUI bukan Anies-Sandi (perlu anda ketahui saudaraku penjaga dan pengurus masjid, bahwa anda dibohongi oleh mereka).

Peran Komunitas Kristiani Interdominasi Gereja

Masih ingat dengan Rita yang pernah mengatakan bahwa pendeta se DKI akan mendukung Anies-Sandi? Nah mereka ini adalah anggotanya Prabowo yang setia dengan  prabowo. Gimana mereka gak setia, mereka selalu mendapatkan asupan gizi seimbang dari prabowo melalui Hashim Djojohadikusumo yang juga menjabat ketua dewan pembina partai Gerindra. Lengkap sudah penderitaan Ahok melawan para preman ini.

Komunitas Kristen ini bukanlah mewakili umat Krsiten di seluruh DKI, tapi mereka punya peranan cukup kuat untuk mempengaruhi jemaat Kristen bawah yang bisa mereka pengaruhi dengan mengatakan bahwa "Ahok adalah pembawa perpecahan bagi umat beragama, dan berbahaya jika kita memilih dia".

Mereka juga mempengaruhi umat Kristen lainnya mengatakan "Ahok bukanlah sorang pemimpin Kristen yang pantas karena ia dinilai kasar dan bertolak belakang dengan kebenaran Alkitab, apalagi Ahok sering mencatut ayat kitab suci orang lain khususnya Alquran".

Ini merupakan pencucian otak yang sangat keji, mereka lakukan apa saja demi memenangkan Anies bahkan mereka mengabaikan hati nurani mereka.

Peran Prabowo

Peran Prabowo sangatlah komplit, melalui partainya ia menyerukan kepada seluruh kader partai untuk memenangkan Anies-sandi dari akar rumput. Salah satunya yakni kampanye hitam, memfitnah, menggerakan para pembenci Ahok seperti Lulung, Lius dan yang lainnya yang tidak bisa disebut satu-satu.



Ia memanfaatkan Isu SARA untuk memenang Anies-Sandi, menggerakan semua pegurus partai sampai ranting untuk melakukan apa saja yang penting Anies-Sandi bisa menang.

Masih ingat dengan peristiwa AniesTakutDebat?, itu hanyalah alasan bahwa yang melarang Anies debat waktu itu adalah timses Anies, tapi yang sebenarnya adalah Prabowo sendiri. Ia merancang dan mendukung acara tersebut dan melarang Anies-Sandi hadir, karena ia memainkan peran "Miss komunikasi", disini ia memainkan peran media dan playing victim.

Membiarkan Ahok menguasai panggung agar masyarakat menilai bahwa Anies-Sandi ini terzalimi oleh Ahok-Djarot dan Media Kompas TV. Ia salah besar, bukannya membuat mereka menjadi seolah terzalimi tapi mereka malah di bully oleh netizen gara-gara mangkir pada saat debat.

Peran Tommy Soeharto?

Masih kami selidiki.


Kesimpulannya

Mereka memainkan Isu SARA, Fitnah, kampanye hitam yakni bagi-bagi sembako yang seolah-olah Ahok-Djarot melakukannya, memainkan kekuatan media baik itu media sosial maupun media siber yang mereka miliki dan media lainnya yang berpihak kepada mereka.

Agenda mereka saat ini bukanlah mengatur strategi lagi tapi mulai bergerak dengan cara-cara curang yang menggiring opini masyarakat agar bersimpatik memilih Anies-Sandi dan menendang jauh Ahok-Djarot.

Sekedar informasi, mulai hari ini sampai dengan tanggal 19 pagi, mereka mulai bergeriliya untuk membagikan uang kepada para pendukung menengah kebawah yang menurut mereka kurang mampu dan mereka sasar agar lebih efektif suaranya. Karena menurut mereka, mereka tidak akan bisa menggoyahkan suara orang-orang yang menengah keatas sehingga mereka berusaha untuk menarik simpati masyarakat menengah kebawah.

Oke demikian informasi dari Tim Investigator Markibong, Pilihlah pemimpin yang telah terbukti bersih, tidak korupsi, rela mengorbankan dirinya demi rakyatnya, tidak pemborosan dalam serapan anggaran bahkan hanya 40% anggaran yang terserap tapi mampu membangun jakarta yang serba rumit ini.

Ingat wahai warga jakarta, mereka hanya bisa memberikanmu makan sehari tapi mereka akan merampasmu selama lima tahun kedepan. Ahok-Djarot telah terbukti bukan janji, mereka membuat anak-anak anda cerdas dengan KJP-KJS, membuat perut anda kenyang dan dompet anda tebal.

Salam waras dari Markibong.


Bongkar Rencana Busuk Tim Anies-Sandi Menjelang Pencoblosan, Sebarkan!!! Reviewed by DarkNet on Senin, April 17, 2017 Rating: 5 Ok, Tim Investigator Markibong sudah tidak sabar untuk membongkar apa saja recana busuk mereka untuk memenangkan Anies-sandi dalam kontestas...

Reaksi:

loading...
[Politik][carousel1]

Tidak ada komentar: