Pak Presiden Harus Turun Tangan, Tangkap...Petugas BNN Kaltim Kompol Muhammad Daud Dkk, Menganiaya Saksi Sampai Tewas (1) - Markibong

Breaking

Senin, 06 Maret 2017

Pak Presiden Harus Turun Tangan, Tangkap...Petugas BNN Kaltim Kompol Muhammad Daud Dkk, Menganiaya Saksi Sampai Tewas (1)

Assalamualaikum, kisah memprihatinkan yang terjadi di kalimantan timur. Seorang saksi bernama La Ode Nopiyandi tewas di tangan polisi, padahal dia hanya menjadi saksi atas penikaman anggota BNN yang di lakukan temannya yg masih buron.

Waktu di jemput polisi di rumahnya dalam keadaan sehat, tapi tak beberapa lama menjadi mayat dan terbaring di rumah sakit. Sedangkan oknum polisi yang menganiaya korban tidak ada di tempat dan bahkan sampai sekarang di sembunyikan hingga hukum menjadi tumpul.
Dalang utama adalah kompol Muh. Daud, waktu menjemput korban di rumah sudah mengancam dg kata "Siapkan kain putih dan kuburan untuk anak ibu baik2"
Inikah hukum Indonesia, seorang aksi di aniaya hingga tewas dan pelaku yg merupakan anggota polisi malah di lindungi oleh polisi sendiri.
Silahkan baca curhatan keluarga beliau yang membuat geram, sebarkan agar semua tau tentang bejatnya aparat.
Viralkan biar pelaku penganiayaan bisa ditangkap Segera..

Ini kronologinya dan curhatan seorang kakak yang telah kehilangan adiknya karena penganiayaan oleh Anggota BNN hingga tewas









Sebarkan dan Bongkar....

11 komentar:

  1. Mengapa di indonesia??
    Pengayom rakyat
    Malah berkelakuan sprt penjahat????
    Pengayom yang seharusnya memberi contoh yang baik tapi malah sebaliknya????
    Mengapa banyak aparat yang bersalah tapi tidak mendapat sangsi???
    Apaka di ajari untuk saling melindungi kelompoknya meski berbuat kesalahan????
    Apakah ada pendidikannya tuk melindungi kelompoknya yang bersalah ringan atau berat?????
    Bagaimana bisa bisa di katakan pengayom, bagaimana bisa dikatakan penegak hukum, bagaimana bisa di katakan mrmbimbing rakyat jika banyak yang di lakukan oknumnya malah sebaliknya????

    Semoga Bapak Presiden dapat perbaiki kerusakan di negara ini

    BalasHapus
  2. Pusat harus turun tangan.. Lihat rakyat di bawah , jangan urusin politik melulu.. Nih ada rakyat yang menjerit menuntuk keadilan

    BalasHapus
  3. Jika ada oknum polisi yg melanggar hukum mbok ya yg ngusut TNI ,,

    BalasHapus
  4. Gk sesuai ma berita di merdeka. Kasus akhir taun 2016 nie. Klo memang korban dijemput di rumah,minta bantuan DPRD.soalnya di berita korban melawan pas penggerebekan dan melukai petugas

    BalasHapus
  5. Hukum mati polisi yang melanggar hak asasi manusia...emang lo siapa polisi..lo di bayar rakyat...rakyat harus berontak karena negara ini punya rakyat mereka cuma di pekerjakan untuk negara ini oleh rakyat dan hasil dari uang rakyat....

    BalasHapus
  6. Hukum mati polisi yang melanggar hak asasi manusia...emang lo siapa polisi..lo di bayar rakyat...rakyat harus berontak karena negara ini punya rakyat mereka cuma di pekerjakan untuk negara ini oleh rakyat dan hasil dari uang rakyat....

    BalasHapus
  7. Cerita asli bukan seperti itu.. mau melawan gimana org petugas yg jemput banyak dan juga mau lari gimana org kaki ditembak.. terus mana foto petugas yg terluka.. gak ada.. karna mmg gak ada g terluka.. dasar biadap.. sdh membunuh memfitnah pula.. semoha masuk neraka jahanam dan diadzab didunia

    BalasHapus
  8. logikanya.. lutut yg kena tembak bagian tempurung, itukan bagian depan. kata polisi korban ditembak krn melarikan diri. jadi korban melarikan diri ke arah kumpulan polisi? hahahhaaaaa what the fuckin bullshit i was see here

    BalasHapus
  9. Usut Tuntas ...tegakkan Keadilan

    BalasHapus
  10. Sangat beratkah kesalahannya sampai dia harus bayar pakai nyawa,,,,

    BalasHapus
  11. Miris para penegak hukum di indonesia

    BalasHapus

loading...