Mengapa Tommy Mendanai Aksi 212, SBY Terlibat? (Part 2) - Markibong

Breaking

Rabu, 15 Maret 2017

Mengapa Tommy Mendanai Aksi 212, SBY Terlibat? (Part 2)


Nah, pentas politik Pilgub DKI putaran pertama meninggalkan banyak kisah, baik itu lelucon rumah apung, dana RT/RW 1 Milyar dan masih banyak janji Politik lainnya yang di usung oleh Paslon Agus-Silvy. Tommy sangat paham dengan politik adu domba ini, dengan gayanya yang biasa ia lakukan jaman ayahnya masih Presiden , ingin dia terapkan kembali.

Aksi 212 terkesan berbau agama dan sempat menghipnotis seluruh umat Islam di indonesia bahwa Ahoklah penista agama sesungguhnya. Tapi kelihatan unsur politisnya ketika mulai ketahuan adanya rencana dan pelaku makar yang ditangkap. Rizieq mulai gundah gulana, dia dengan garangnya menyerobot bagai babi gila alias GILA BABI meneriakan "REVOLUSI".


Jika penista agama tidak ditangkap, siap revolusi?, siap revolusi? umat menjawab, SIAP!!!. Takbir..., teriak Rizieq.

http://www.netralitas.com/nasional/read/14008/ahok-dibebaskan-ketua-fpi-habib-rizieq-ancam-lakukan-revolusi

Mengapa Rizieq dengan berani dan lantang mengatakan Revolusi, karena satu-satunya jalan untuk bisa mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Tommy hanya pengerahan umat besar-besaran dan menduduki DPR/MPR, tapi lagi-lagi aksinya ini gagal, karena siapa yang akan sanggup duduki MPR/DPR selama 3 hari?.

Orang yang mendanai Rizieq memberikan sedikit saja jatah kepada demonstran bayaran yang juga merupakan pengikutnya Rizieq. Rizieq merasa stres dengan jatah ini, saking kalapnya dia tidak sadar menyebutkan Pidato mega pada HUT PDIP ke 44 tahun mengandung unsur PENISTAAN dan ingin melaporkan Megawati ke polisi terkait pidato tersebut.


Merasa terancam, Tommy perintahkan kepada Rizieq untuk tidak menyentuh BANTENG, karena bisa berakibat fatal dalam pencapaian fokus mereka untuk menguasai pemerintahan. Dibalik PDIP ada Megawati dan Presiden Jokowi, ini merupakan petaka besar dalam karir politik mereka, sehingga Rizieq dengan takut mengatakan kepada publik "janganlah kita saling lapor melapor", sebagai ungkapan ketakutannya.

https://news.detik.com/berita/d-3398166/habib-rizieq-batal-laporkan-mega-janganlah-kita-saling-lapor

Keterlibatan SBY

Bicara soal Pepo, pasti bicara perasaan. SBY merupakan seorang negarawan sejati, beliau sedikitpun tidak terlibat dalam pendanaan aksi 212, terkait pidatonya pada 2 November di Cikeas merupakan luapan emosi semata agar anaknya bisa maju menjadi Gubernur DKI dan dapat menarik simpati masyarakat jakarta bahwa Agus layak menjadi gubernur, tapi cara ini gagal karena ini jaman Jokowi bukan jaman dia menjabat Presiden.

Banyak opini dan kecurigaan yang mengarah kepadanya sehingga dia harus curhat di medsos, dan sebenarnya dia merasa tertekan sekali dengan bullyan Netizen dan media yang menyudutkannya, tapi aslinya SBY BERSIH TIDAK TERLIBAT. Pertemuannya dengan Ma'ruf Amin bukan pertemuan yang membahas menjatuhkan Ahok tapi mengarah ke pemenangan Agus dengan cara MUI sendiri.

Sekali lagi SBY tidak terlibat dalam pendanaan Aksi 212 dan makar (Bukti akan kita bongkar pada episode lain).

Agus merupakan sosok politikus baru yang terjun ke dunia politik setelah meninggalkan karirnya di TNI dengan pangkat terakhir Mayor, merupakan sosok yang berjiwa besar. Kekalahannya bukan batu sandungan dan akhir bagi karir politiknya untuk berkiprah, tapi awal memulainya perjalanan baru.

KESALAHAN SBY



1. Tidak sadar bahwa lawan politik Agus bukan hanya Ahok tapi Anies yang notabene dibelakang Anies adalah Tommy dan Prabowo. (Dia tidak sadar Ahok bersih)

2. Banyak berkicau di media sosial sehingga membuat pamor dan elektabiltas anaknya merosot tajam karena beberapa kasus dan masalahnya yang dimunculkan ke permukaan era dia menjabat.

3. Banyak bermanuver Playing Victim sepeti yang dilakukannya waktu mencalonkan Presiden periode kedua.

4. Tidak memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada Agus untuk menjalani karir politiknya (Disetir)

5. Pidato dengan nada provokatif 2 November 2016 di cikeas, tidak sadar bahwa ucapan yang keluar dari mulutnya berpengaruh.

http://wartakota.tribunnews.com/2016/11/10/pidato-yang-membuat-sby-dinilai-provokator
6. Klarifikasi terlambat tapi sempat menggiring opini publik yang negatif secara masif kepada dirinya.

7. Kesalahan terbesarnya adalah memecat Ruhut Sitompul sebagai kader partai Demokrat.

Kesalahan yang nomor 7 memang sedikit fatal, karena dia tidak mengerti hati masyarakat kepada Ahok-Djarot membara-bara, dia memecat Ruhut, membuka pintu lebar-lebar untuk menjatuhkan dirinya dan anaknya Agus. Seharusnya dia memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada setiap kadernya untuk memilih siapa termasuk Ruhut. Nasi sudah menjadi bubur, sekarang barulah dia mulai sadar dan berpihak kepada pemerintah dengan bertemu Jokowi tanggal 9 Maret lalu, memberikan sinyak dukungan kepada Pemerintah termasuk Ahok-Djarot.

https://news.detik.com/berita/d-3442453/sby-bertemu-presiden-jokowi-wiranto-kita-syukuri

http://www.beritasatu.com/politik/418432-sby-temui-jokowi-sinyal-demokrat-dukung-ahokdjarot.html

Dia memberikan kebebasan sebebas-bebasnya kepada semua kader Demokrat untuk mendukung paslon mana saja, tapi terlihat kader Demokrat mendukung Ahok-Djarot. Apakah Ruhut akan kembali ke Demokrat lagi? Tidak. Ruhut akan di gandeng PDIP, sekalipun Demokrat memberikan sinyal kepada Ruhut untuk bergabung kembali tapi saya yakin Ruhut tidak akan kembali bergabung karena mulut Ibas. oke kita kembali ke Tommy.


Nah, Tommy ini sudah merancang  konsep untuk dirinya maju dalam Pilpres 2019 bertarung melawan Jokowi, Prabowo Capres, dan Tommy Cawapres. Kedua orang ini adalah Saudara Ipar, karena Prabowo mantan suami Titiek Soeharto yang Notabene saudaranya Tommy Soeharto.

Kedua tokoh ini yakni Tommy dan Prabowo, berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan Anies-sandi dengan cara mereka, sehingga mereka sering kumpul semeja dan makan bersama-sama. Pencapaian mereka sudah pada titik klimaks, dengan politik mayat oleh Tim Anies-Sandi, memberikan sinyal bahwa FPI dan Rizieq meneruskan perjuangan mereka yang terjegal oleh pemerintah sebagai aksi "persyaratan",  agar bunyinya keras di telinga Tommy dan Prabowo.

Pendanaan Tommy dalam Aksi 212 memang cukup besar selain daripada dana umat yang masuk, banyaknya dana masuk dicuci melalui semua anggota FPI untuk mentransferkan ke rekening GNPF MUI agar tidak terkesan pendanaan Tommy kelihatan alias "UANG GAIB".

Umat yang tulus turun dalam aksi 212 sebenarnya dicuci otaknya dengan propaganda yang provokasi yang disebarkan di medsos secara masif oleh tim Islam Cyber Army yang juga anak angkatnya Rizieq.

Merasa punya pamor dan di awang-awang, Rizieq kembali mengajak umat untuk Boikot Sari Roti yang diduga berpihak kepada Ahok, tapi walaupun di Boikot sari roti mampu meraup keuntungan 13% lebih tinggi dari tahun 2015, ini menandakan taringnya Rizieq tumpul alias mempan terhadap anggotanya saja tidak terhadap umat islam lainnya.


Tommy mendanai aksi 212 karena ingin berjaya kembali dan membalaskan dendam terhadap orang-orang yang menangkapnya dulu yaitu TITO KARNAVIAN, Jika aksi makar berhasil dan negara tidak kondusif, ada kemungkinan Tito di pecat, tapi lagi-lagi Tito mampu mengatasi semuanya.



Bersambung Episode berikutnya...

Rencana Tommy Soeharto dan Agendanya...

Bongkar.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...