Breaking

[recent][ticker2]
Jumat, 17 Maret 2017

Lucu Buat Ngakak...Habis dilaporkan ke Polisi, Sandiaga dilaporkan ke Bawaslu Terkait Politik Uang


Sandi, sandi, tak habis pikir juga saya jadinya dengan kamu ini, sebenarnya ada apa? mengapa kamu selalu bermasalah dengan uang, padahal katanya kamu kaya raya, daftar kekayaanmu saja mencapai lebih 3Triliun tapi mengapa engkau miskin?

https://news.detik.com/berita/d-3357729/harta-anies-rp-7-m-dan-sandiaga-rp-3-t-ini-rinciannya

Sebenarnya dirimu ini tidak miskin tapi otakmu yang miskin sehingga engkau bermasalah dengan uang. Coba pikir, kamu sudah tau bahwa politik uang itu dilarang tapi kamu malah koar-koar kampanye ditempat ibadah lagi, janjikan segala Santripreneur, One Kecamatan, One Center For Enterepreneurship dan Oke Oce.

Menjanjikan bantuan usaha sekurang-kurangnya 300 juta rupiah, apakah ini bukan politik uang? sementara programmu itu tidak terdaftar di KPU DKI alias zonkkkk.

https://news.detik.com/berita/d-3449076/sandiaga-dilaporkan-ke-bawaslu-soal-dugaan-politik-uang?_ga=1.109535685.1780148317.1479147309

Visi-Misi Sandi dan Anies ini tidak jelas alias ngambang, mereka meletakkan kertas diatas meja kemudian berpikir, "Program apa ya bagusnya"? sambil ngawang. Padahal masyarakat butuh pemimpin yang tegas bukan yang ngeper kayak pegas, masih mending pegas karena memang dari sononya pegas.


Seperti program rumah DP 0 Rupiah, jelas itu melanggar aturan BI, tapi mengapa mereka ngotot dengan program itu? nah, disini kita bisa melihat bahwa berkuasa itu enak menghalakan segala cara agar bisa mendapatkan kekuasaan, urusan, belakangan.

https://seword.com/politik/dp-0-ngawur-100-bi-sudah-resmi-melarang/

Karena taringnya Sandi saat ini tumpul, jadi dia gunakan caranya yang ngawur alias ngidul gak tau arah kemana, ibarat presentasi produk dia pakai cara "Ask to give".

Contoh marketing "Ask to give": "Pak, saya menawarkan bapak HP ini harga murah pak, saat ini harganya 1juta, kalau besok-besok bisa 2juta karena saat ini sedang promo". calon pembeli mikir-mikir, kemudian menjawab,"Nggak dulu deh mas, lain kali saja".

Gak sampe disitu, Penjual sudah menyediakan brosur berhadiah fiktif kepada calon Pembeli, "Pak, bapak sebenarnya beruntung, bapak beli HP ini dengan harga 1juta, bapak dapat hadiah yang akan diantarkan kerumah bapak besok atau lusa, hadiah TV warna 29 inch, jika bapak mau mendapatkan kesempatan ini, silahkan isi formulir ini, karena bapak adalah orang terakhir yang saya temui jadi bapak sangat beruntung sekali, terus setelah bapak isi formulir dan beli, bapak hanya punya kewajiban menempelkan brosur perusahaan kami di setiap sudut gang atau jalan, minimal 50 brosur saja. Syaratnya mudahkan pak? "Tanya" penjual.

Dengan wajah penuh semangat dan mulai kehilangan akal sehat si pembeli bertanya lagi, "Pak, kok bisa berhadiah pak, padahal harga TV mahal lo pak?".

"Ya betul pak, tapi ini program promo pak, perusahaan hanya membagikan kepada yang beruntung saja ada beberapa orang saja yang mendapatkan, cuman syaratnya yaitu tadi, bapak wajib menyebarkan brosur ke sudut-sudut jalan dan gang, minimal 50 lembar saja, terus besok atau lusa kami akan antarkan hadiah kepada bapak". Dengan mantap Penjual menjawab dan ngibuli Pembeli.

Tanpa pikir panjang si pembeli yang sudah kurang waras itu mengeluarkan uang terakhir yang disimpan dibawah bantal yang sudah bercampur iler, untuk membayar si Penjual ini.

"Oke, pak ini HPnya, uangnya saya terima ya pak? dan ini brosurnya, silahkan disebarkan". Kata si Penjual sambil mata sinis memandang si pembeli dan bergumam dalam hati ternyata datar bumi si pembeli ini rupanya, tidak sadar dia saya kibuli.

Nah, si Sandi seperti ini kepada warga Jakarta menawarkan sesuatu yang menurut kacamata pengamat adalah tipuan belaka.

Belajar dari cerita diatas, mengapa si penjual menekankan wajib ke brosur, ini mengubah mindset si pembeli bahwa ingin mendapatkan hadiah tidak gampang, ya, harus ada sedikit usaha, setidaknya membantu perusahaan tersebut promosi produk mereka, dan si pembeli tanpa pikir panjang percaya saja dan ia tidak sadar bahwa ia sedang ditipu.

Program Oke Oce, boleh juga dan masuk akal, tapi bagaimana dengan program rumah tanpa DP???

Politik uang dan janji manis inilah yang Sandi tidak sadar dia sedang terjebak dalam lubang buayanya sendiri, dia pikir warga jakarta seperti jaman Orde Baru, eh kok orde baru sih, hehehe...

Visi-Misi Anies-Sandi ya seperti cerita diatas, syaratnya sebarkan spanduk jangan sholatkan jenazah, bantu beritahukan ke tetangga, kalau pilih si "Penista Agama" gak masuk surga.

Sadar san, sini ngopi dulu, tapi sisa ampasnya aja ni, mau?




Lucu Buat Ngakak...Habis dilaporkan ke Polisi, Sandiaga dilaporkan ke Bawaslu Terkait Politik Uang Reviewed by Bongkar Habis on Jumat, Maret 17, 2017 Rating: 5 Sandi, sandi, tak habis pikir juga saya jadinya dengan kamu ini, sebenarnya ada apa? mengapa kamu selalu bermasalah dengan uang, padahal ...

Reaksi:

loading...
[Politik][carousel1]

Tidak ada komentar: