Anies, Manusiakah Engkau Sehingga Orang Matipun Engkau Paksa Nyoblos - Markibong

Breaking

Sabtu, 11 Maret 2017

Anies, Manusiakah Engkau Sehingga Orang Matipun Engkau Paksa Nyoblos


Kebencian yang disebarkan oleh kubu Anies merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan, ini jelas-jelas tindakan premanisme, bayangkan orang sudah matipun di paksa untuk memilih mereka. Memang secara tidak langsung mereka tidak terlibat dilapangan tapi mereka tau akibat dari perbuatan mereka yang menolak jenasah pendukung Ahok. Sucikah dirimu sehingga engkau memiliki hak atas surga dan neraka. 

Anies oh anies, warga jakarta tidak akan memilih dirimu lagi anies, mereka tau bahwa engkau jahat dan sungguh jahat. apakah engkau ingin menuntut tulisanku ini, silahkan tuntut dirimu terlebih dahulu apa yang telah kau berikan kepada warga jakarta.

Nih pesan keras Dosen UI untuk kamu, simak baik-baik sambil minum kopi agar otakmu sedikit cerdas dan gak rasis. Semoga keluargamu tidak memilih Ahok agar jenasah mereka bisa di sholatkan

ANIES BASWEDAN, INGATLAH GARA-GARA KAMU, TIDAK ADA TETANGGA HADIR MELAYAT KELUARGA IBU HINDUN

Semula saya menganggap seruan yang disebarkan melalui berbagai spanduk tentang pengharaman menshalatkan jenazah pendukung Ahok sebagai dagelan rendahan.

Semula saya menduga itu hanyalah bagian dari kampanye anti-Ahok yang tak akan ada juga yang menjalankannya.

Semula saya menduga, masyarakat tidak akan sebodoh itu untuk percaya.

Kini saya, sadar bahwa ini bukan sekadar dagelan. Ini adalah kejahatan.

Kini saya sadar, kubu Anti-Ahok akan melakukan apapun, termasuk menteror warga biasa yang tidak mendukung Anies.

Ini adalah bentuk penyebaran kebencian yang memang menghancurkan bangsa.

Seorang nenek bernama Hindun binti Raisman (78 tahun) meninggal Selasa, 7 Maret lalu.

Musholla di sekitar tempat tinggalnya di daerah Karet Setiabudi menolak untuk menshalatkan jenazahnya karena nenek itu memilih Ahok pada Pilkada bulan lalu.

Menurut anaknya, Neneng, ibunya itu memang secara terbuka menyatakan mencobolos nomor 2 dalam Pilkada.

Ustadz di kampung itu menolak menshalatkan almarhumah di mushalla yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah Hindun.

Akhirnya almarhumah dishalatkan di rumah. Itu pun tanpa kehadiran para tetangga yang menyatakan tak sudi ikut mensholati pendukung Ahok.

Ini semua memang tak akan menghambat perjalanan Bu Hindun menemui Sang Pencipta di surga.

Tapi apa yang dilakukan pada keluarganya, sungguh JAHAT.

Anies Baswedan, Anda harus hentikan ini semua.

Bu Hindun tidak dimakamkan secara terhormat karena para pendukung Anda berusaha mati-matian memenangkan Anda.

Ini adalah perbuatan terkutuk, keji dan bodoh.

Anda memang tidak menginstruksikannya.

Tapi Anda bisa menghentikannya.

Serukan pada pendukung Anda, untuk berhenti melakukan teror ini.

Kalau Anda bungkam, Anda memang sama rendahnya dengan ustadz tetangga bu Hindun itu.

sumber: dari akun FB dosen UI Ade Armando

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...