Bongkar Taktik Anies, Suara Agus Untuk Ahok - Markibong

Breaking

Minggu, 26 Februari 2017

Bongkar Taktik Anies, Suara Agus Untuk Ahok


Pilkada DKI merupakan pilkada yang selalu menggiring opini publik untuk baik itu warga jakarta sendiri maupun seluruh masyarakat Indonesia di belahan pulau atau daerah lainnya, ini dikarenakan Jakarta merupakan etalase Negara dan juga Ibukota  Negara Indonesia.

Ada yang menarik yang ingin kita perhatikan disini, dalam pertarungan Politik Agus, Ahok dan Anies kubu Agus dan Ahok selalu mendapatkan serangan atau Isu yang tidak begitu sedap di media sosial, Agus di kabarkan di setir oleh bapaknya yang merupakan mantan Presiden RI ke 6 sementara Ahok diterpa kasus yang sangat sensitif di negara ini yaitu dugaan Penodaan Agama di kepulauan seribu.

Kubu Anies memanfaatkan gesekan dari masalah masing-masing kubu Agus dan Ahok untuk mendulang suara. Kita coba perhatikan  dalam survey LSI, Anies selalu buncit tapi kok mengapa di pemilihan tanggal 15 Februari lalu Anies hampir menyentuh 40% dibawah Ahok? Jawabannya adalah masyarakat Jakarta bingung untuk memilih pemimpin mereka, ingin memilih Agus-Slivy sementara SBY diterpa isu tak sedap soal beberapa kasus seperti kasus proyek mangkrak era jabatannya sebagai presiden dan yang tak kalah ngerinya adalah kasus Antasari yang akan di buka kembali oleh Polri, membuat dukungan kepada Agus berdampak.

Selain daripada itu juga, pasangannya Silvy di periksa oleh penegak hukum diduga kuat terlibat dalam skandal korupsi dana pembangunan masjid ketika dia masih menjabat sebagai walikota, membuat elektabilitas Agus merosot tajam dan pada klimaks pemilihan tanggal 15 februari lalu agus kalah telak dan hanya mendapatkan suara 17% jauh dari hasil survey awal dia mencalonkan diri yang dimana elektabilitasnya mencapai 40%.

Nah, di susul oleh Ahok yang saat ini masih mengikuti persidangan kasus dugaan penodaan agama membuat masyarakat lebih bingung lagi untuk memilih karena sebelum pemungutan suara, aksi di gelar oleh FUI tanggal 11 lalu dengan membaiat para pendukung untuk mendukung calon muslim sehingga membuat masyarakat lebih bingung lagi. Yang membuat Ahok mampu meraup suara diatas 40% itu karena masyarakat melihat program nyata Ahok dan Djarot selain daripada kebingungan karena memilih Ahok yang notabene non muslim dan tersandung pula dugaan kasus penodaan.

Kampanye Hitam

Sebelum pencoblosan ada temuan didalam sebuah truk terdapat selebaran yang jumlahnya hampir mencapai 1juta lembar dan isi selebaran itu membidik kelemahan-kelemahan Anies-Sandi agar masyarakat tidak memilih mereka dan sebenarnya adalah kubu mereka sendiri yang melakukannya atas sepengatuhan Sandiaga Uno, mereka korbankan satu pion yang dibayar dengan nilai 12 juta rupiah dan sebuah truk yang terparkir. Polisi mencium adanya selebaran itu dari tim Anies sendiri dan menangkap pelakunya yang dijamin kehidupannya didalam tahanan beserta keluarganya dirumah.

Masyarakat melihat kemungkinan ini adalah serangan black campaign dari salah satu paslon kalau tidak Ahok pastilah Agus, masyarakat awam mulai berpikir tidak mungkin seorang Ahok  yang bersih dan jujur melakukan hal tak terpuji itu dan mulailah masyarakat mencurigai Agus karena beberapa isu tak sedap menerpanya membuat badai tuduhan BC ( Black Campaign) itu lebih kencang menerpa dirinya sehingga pada hari H pencoblosan dia kalah telak.

Anies sudah membaca putaran kedua akan berlangsung dengan jatuhnya Agus dia tidak memiliki saingan selain Ahok itu sendiri, tangan Anies melambai kepada Agus yang sudah tereliminasi dari papan catur Pilkada DKI dia dengan gagahnya berdiri dengan kecurangan-kecurangan yang diwariskan Prabowo kepadanya dengan menggoreng isu agama sekarang Anies sandi memainkan peran para ulama untuk mengancam para pendukung Ahok untuk tidak di sholatkan jenasahnya kalau sudah meninggal dunia, dengan lebih jelas sekali bahwa pertarungan berikutnya mereka ingin bertanding diatas ring menggunakan "merica" yang disemprotkan kepada lawan agar mereka dengan mudah mengalahkan lawan politiknya.

Hak Angket yang di gulirkan oleh sejumlah parpol yang bertengger di DPRD DKI yang tidak suka dengan Ahok dimanfaatkan oleh Anies-Sandi beserta tim pemenangan mereka. Mereka berusaha menjegal Ahok untuk tidak menjadi Gubernur karena terjerat kasus dan berstatus terdakwa, ini merupakan cara mereka untuk melemahkan Ahok agar tidak memiliki power gubernur dalam pemilihan pada putaran kedua mendatang.

Banjir yang melanda jakarta menjadi sebuah peluang emas bagi Anies-Sandi untuk memanfaatkan banjir tersebut dengan menawarkan kepada warga bahwa merekalah yang terbaik dan bisa menuntaskan banjir. Anies mengunjungi warga yang terkena banjir dengan langsung nyebur ke air sementara Ahok datang menggunakan perahu karet dan menolak terjun langsung tapi memberikan solusi yang pasti yaitu perahu karet lebih baik dipakai untuk evakuasi warga.

Agus Berikan Suara Untuk Ahok

Spekulasi dari berbagai pihak mengatakan bahwa Anies akan mendapatkan dukungan oleh Agus dan ada juga yang mengatakan bahwa Agus akan mendukung Ahok, yang jelasnya menurut analisa saya, Agus lebih cenderung memberikan dukungan kepada Ahok yang saat ini memiliki power di jakarta mengapa, karena isu tak sedap yang menerpa bapaknya SBY bisa dibuktikan bahwa Agus dan Cikeas mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi dan mafia di DKI melalui dukungan kepada Ahok dalam putaran kedua.

Jika Agus cenderung mendukung Anies maka akan lebih terbuka lebar peluang para simpatisan Agus untuk menjauh bahkan meninggalkan cikeas karena Anies di anggap lebih Rasis dan terbuktilah apa yang ditudingkan masyarakat kepada SBY selama ini bahwa Ahok harus jatuh itu akan menjadi benar. Tapi jika Agus merapat kepada kubu Ahok dan memberikan dukungan, tidak menutup kemungkinan beberapa kader demokrat akan melepaskan diri akan tetapi Agus dan SBY masih mendapatkan respect dan simpati masyarakat karena "Efek Ahok", mengingat dukungan kepada Ahok bukan saja masyarakat jakarta melainkan seluruh indonesia sangat mengharapkan Ahok memimpin kembali Jakarta 5 tahun mendatang.

Seperti itulah kira-kira,

Bersambung.....

Bongkar.............!!!!!!!!!!!!




2 komentar:

  1. 2).Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat=Mbasuge bahaya puramo, njaroro saivu, hi'da iya...=Menepis Bahaya Segala Penjuru,yang berdatangan mendesak,Inilah kekokohannya.
    3).Anis Baswedan-Sandiago uno=Ane mabasa ma've, mandasa me'ago unu'na,,,= Jika telah puas dengan berita yang membuatnya keselek,dia akan merana,hanya akan meraih asap dari pertikaian

    BalasHapus
  2. 2).Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat=Mbasuge bahaya puramo, njaroro saivu, hi'da iya...=Menepis Bahaya Segala Penjuru,yang berdatangan mendesak,Inilah kekokohannya.
    3).Anis Baswedan-Sandiago uno=Ane mabasa ma've, mandasa me'ago unu'na,,,= Jika telah puas dengan berita yang membuatnya keselek,dia akan merana,hanya akan meraih asap dari pertikaian

    BalasHapus

loading...